Ditulis Oleh Wawasan Digital
Senin, 28 Juli 2008
MAGELANG - Kobaran api yang membakar kawasan hutan Gunung Merapi di perbatasan Jateng-DI Yogyakarta hingga Senin (28/7) pagi tadi masih menyala. Diduga, kebakaran itu akibat ulah para pendaki gunung yang menyalakan api unggun, karena titik api berasal dari alur Sungai Bebeng-Krasak.
"Api masih menyala di antara alur Sungai Bebang-Krasak. Penyebab kebakaran belum diketahui persis, namun diperkirakan berasal dari api unggun. Karena udara malam yang dingin, mereka menyalakan api untuk menghangatkan badan," kata pengamat Gunung Merapi di Pos Ngepos, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Sugiyoto kepada Wawasan, pagi tadi .
[www.wawasandigital.com]
Dikatakan, kawasan hutan Gunung Merapi, Minggu (27/7) sekitar pukul 17.00 WIB terbakar. Titik api diketahui berada di atas areal penambangan pasir, sekitar 5 kilometer di atas Desa Kemiren, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Belum diketahui penyebab pastinya.
Ilalang
Namun hingga berita ini diturunkan, api masih belum dapat dipadamkan. Petugas gabungan dari Perhutani, Muspika Kecamatan Srumbung dan warga masyarakat, terus melakukan pemantauan. "Kami masih terus memantau. Namun jika sewaktu-waktu diperlukan, kami siap mengerahkan segala upaya," kata Ali Setiyadi, Camat Srumbung, kemarin.
Dikatakan Ali, titik api diketahui pertama kali pukul 17.00. "Kami mendapat laporan pertama kali sekitar pukul 17.00. Api kemungkinan membakar tanaman ilalang yang berada tak jauh dari puncak Merapi. Namun jika semakin membesar, diperkirakan kawasan hutan pinus yang berada dibawahnya akan ikut terbakar,"ujarnya. Ali/TB-pu
0 comments:
Posting Komentar