Ditulis Oleh Kompas
Minggu, 31 Agustus 2008JAKARTA, KOMPAS - Ibu Negara Nyonya Ani Yudhoyono di Lapangan Silang Monumen Nasional Jakarta, Sabtu (30/8) pagi, menyerahkan pohon sukun dan kelapa kepada tujuh perempuan yang mewakili bidang pendidikan (Mursyiah), kesehatan (Farida Salahuddin Wahid), politik (Sumhastuti Toton), hukum (Sulistyowati Irianto), ekonomi (Sri Suhartati), sosial budaya dan lingkungan (Margaretha Gauthama), dan media (Ninuk Mardiana Pambudy).
Tujuh orang perempuan diberi pohon sukun dan kelapa yang dianggap sebagai simbol bahwa perempuan harus berperan aktif dan mengajak semua orang untuk menanam, menjaga, dan melestarikan tanaman yang memberi manfaat besar pada kehidupan.
Sebelumnya, dalam acara yang sama, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta memberi tanda penghargaan kepada tiga perempuan yang dinilai berprestasi, yaitu Mariana Sutadi (Wakil Ketua Mahkamah Agung /bidang hukum), Aisyiah Amini (politisi), dan Edi Sediawati (sejarawan/bidang keilmuan).
Penyerahan penghargaan ini dilaksanakan pada acara pembukaan Pameran Satu Abad Kebangkitan Perempuan Indonesia yang merupakan bagian dari peringatan satu abad kebangkitan nasional, 1908-2008.
Acara ini dibuka Ny Ani dengan memukul kentongan. Hadir, antara lain, Ny Mufidah Jusuf Kalla, Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto, para istri menteri anggota kabinet serta tokoh-tokoh perempuan.
Pameran Satu Abad Kebangkitan Perempuan Indonesia itu berlangsung dua hari, 30-31 Agustus. Pameran diselenggarakan oleh Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan.
Pameran juga menampilkan foto sejarah perjuangan perempuan Indonesia dalam kurun 100 tahun. Pameran foto ini terdiri atas tujuh bagian, yaitu periode 1908-1928 (masa pergerakan kemerdekaan), 1928-1945 (masa kolonial), 1945-1950 (masa revolusi), 1950-1965 (masa Orde Lama), 1965-1967 (masa peralihan), 1967-1998 (masa Orde Baru), dan 1998-sekarang (masa Reformasi).
Di bagian lain dari pameran ditampilkan beragam karya prestasi perempuan di bidangnya.
Dalam kesempatan itu, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta menerima kerajinan tangan kruistik sepanjang 52,3 meter bertuliskan ”Lestari Hutanku Bangkitlah Negeriku Indonesia” yang dibuat oleh kelompok perempuan Desa Hutan Perum Perhutani KPH Ngawi, Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Ny Ani antara lain mengatakan, dalam pameran ini perempuan Indonesia dapat menyaksikan kiprah dan peran perempuan Indonesia selama 100 tahun terakhir.
Ia mengatakan, sejarah telah mencatat bahwa perempuan Indonesia tidak pernah absen dalam berbagai macam peristiwa yang terjadi. (ANTARA/OSD/INU)
0 comments:
Posting Komentar