Selasa, 16 September 2008

Puluhan Ribu Hutan Negara Masih Dikuasai Penjarah

Ditulis Oleh Pelita
Selasa, 16 September 2008

Kota Sukabumi, Pelita
Hutan di wilayah Sukabumi belum terbebas dari aksi penjarahan. Nasib yang sama juga menimpa hutan-hutan yang ada di daerah lain di Jawa Barat dan Banten. Luas hutan yang dikuasai para perambah liar sejak tahun 2004 itu mencapai sekitar 20.000 hektare. Hingga saat ini, instansi-instansi yang terkait dengan penyelamatan hutan sedang berusaha melakukan berbagai upaya untuk membebaskan hutan dari penguasaan para penjarah.
Secara berangsur kami berhasil membebaskan hutan dari aksi penjarahan. Kami mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam program pengelolaan hutan bersama masyarakat atau PHBM, jelas Kepala Humas Perum Perhutani Unit III Jabar dan Banten, Ir Ronald Guido Suitela, MSi di sela-sela acara Safari Ramadhan di kantor KPH Sukabumi, Jln RE Martadinata, Kota Sukabumi, akhir pekan lalu.
Dikatakan Ronald, kawasan hutan yang dirambah itu tersebar di Bandung selatan, Bandung utara, Ciamis, Majalengka, Tasikmalaya, Garut, Cianjur, dan Sukabumi. Para penjarah menggunakan hutan milik negara itu sebagai tempat bercocok tanam holtikultura dan palawija. Menurut dia, sejauh ini, Perum Perhutani Unit III belum bisa menghitung kerugian akibat penguasaan hutan oleh kelompok perambah hutan. Sudah empat tahun lamanya, penguasaan itu berlangsung, kata Ronald.
Perum Perhutani menghadapi berbagai hambatan dalam upaya menyelamatkan hutan negara. Perambahan dan penebangan liar terhadap hutan negara mulai marak pada tahun 1997 bersamaan dengan terjadinya krisis moneter di Indonesia. Ronald menyebutkan, pada masa-masa awal reformasi luas hutan yang dijarah oknum warga mencapai 33.000 hektare di Bandung Selatan saja. Berkat kerja keras aparat Perum Perhutani Unit III, hutan di Bandung Selatan terselamatkan. Sampai tahun 2008 ini tinggal dua ribu hektare yang masih diupayakan pengambilalihannya, kata Ronald.
Di kawasan lain pun dilakukan upaya penyelamatan hutan dari aksi pengrusakan oleh para penjarah yang tidak bertanggung jawab. Para petugas Perum Perhutani berhasil menyelamatkan seluruh hutan yang dilanda aksi penjarahan, seperti di kawasan Cijulang, Kabupaten Ciamis. Seluruh areal hutan yang awalnya dikuasai para penjarah sudah kembali dalam penguasaan Perum Perhutani. Dalam menjalankan upaya pengembilalihan itu, aparat Perum Perhutani menggunakan pendekatan persuasif dengan menawarkan PHBM kepada masyarakat.
PHBM sudah terbukti sangat ampuh untuk mengambil alih kembali hutan negara yang dikuasai masyarakat. Untuk daerah-daerah yang masih ada penguasaan hutan milik negara oleh masyarakat seperti Sukabumi, Perhutani tetap menggunakan pendekatan persuasif yang dilakukan bersamaan dengan sosialisasi PHBM. Sosialisasi dilakukan di seluruh masyarakat desa hutan. Dalam program ini, lanjut Ronald, Perhutani mengintensifkan kerja sama dengan unsur-unsur pemda, LSM, dan pers.
Ronald mengakui, peranan unsur-unsur tadi sangat signifikans dalam menyukseskan PHBM. Salah satu target dari PHBM, lanjutnya, adalah untuk meminimalisir penjarahan hutan dan menekan tingkat pencurian kayu di hutan milik negara. Pendekatan secara persuasif melalui PHBM terbilang berhasil. Perum Perhutani berhasil menuyelamatkan 70 persen hutan yang dijarah.Lahan yang diambil alih itu sudah dihijaukan atau diremajakan kembali dengan tanaman hutan produktif, ungkapnya.
Pimpinan Perum Perhutani Unit III sudah memerintahkan KPH-KPH yang ada di Jabar dan Banten untuk mengintensifkan upaya penyelamatan hutan negara melalui PHBM. Aparat Perum Perhutani, kata Ronald, harus mampu menyadarkan para penjarah akan pentingnya penghijauan hutan. Mudah-mudahan dengan intensifnya pendekatan yang dilakukan oleh petugas di lapangan secara berangsur bisa mempercepat pengambialihan kawasan hutan, harapnya. (ck-77)

0 comments:

Based on original Visionary template by Justin Tadlock
Visionary Reloaded theme by Blogger Templates

Kesatuan Pemangkuan Hutan Sukabumi Visionary WordPress Theme by Justin Tadlock Powered by Blogger, state-of-the-art semantic personal publishing platform