| Ditulis Oleh Media Indonesia | |
| Jumat, 19 September 2008 | |
| SEKITAR 3.000 orang diperkirakan ikut dan menghadiri malam selikuran di puncak Gunung Sumbing, Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu (20/8). Malam selikuran adalah kegiatan rutin yang sudah menjadi tradisi, dilakukan dengan berdoa di petilasan Ki Makukuhan, tokoh Kerajaan Majapahit. Tujuannya untuk ngalap atau mencari berkah. Asisten Perhutani Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Temanggung, Soni Diantoro mengingatkan agar para pendaki yang naik Gunung Sumbing tetap berhati-hati. "Jangan menyalakan api sembarangan. Sebab, saat ini kawasan hutan kering dan mudah terbakar." Dikhawatirkan, jika pendaki membuat api dengan ceroboh, dapat menyebabkan kebakaran hutan. Kegiatan upacara selikuran juga akan mendapat perhatian dari Perhutani, kepolisian, TNI, dinas kesehatan, pecinta alam, PMI, dan warga. Mereka sepakat akan mengadakan pengamanan bersama. Di samping itu, akan dibuat peringatan dalam bentuk spanduk agar menghindari kebakaran hutan gunung di sejumlah tempat. (TS/N-3) |
0 comments:
Posting Komentar