Senin, 15 September 2008

Strawberry Di Bondowoso Bakal Dikembangkan di Lahan Hutan Perhutani

Ditulis Oleh Tutipunu - Ettik Yuliningrum
Senin, 15 September 2008

ImageTanaman tumpangsari yang mengisi lahan hutan kini tak terbatas pada tanaman pangan saja. Sejumlah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Perum Perhutani mulai mencoba mengembangkan usaha agribisnis holtikultura secara serius dengan jaminan, produk yang dihasilkan siap untuk diekspor. Salah satunya KPH Bondowoso.

Akhir tahun ini KPH yang memiliki lahan hutan berdasarkan peruntukkan seluas 92.028 Ha itu akan merealisasikan kerjasama pengembangan tanaman strawberry dengan investor dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Al-Barokah. Dalam skala kecil, penanaman strawberry ini telah diujicobakan sejak Maret lalu di lahan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Dataran Ijen, Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sukosari, Bondowoso. Bahkan uji coba panen pertama sudah dilakukan belum lama ini.

Menurut Wakil Administratur KPH Bondowoso, Ir Tegak Trio Ambahono, untuk tahap awal rencana kerjasama penanaman strawberry tersebut memang akan dilaksanakan di RPH Dataran Ijen. ‘’Karena berdasarkan syarat pertumbuhan, iklim disini cocok untuk pengembangan tanaman strawberry,’’ ujarnya.

Berkaitan dengan perjanjian kerjasama itu, papar Tegak, pihaknya telah menyusun analisa biaya kerjasama dengan pihak ketiga dan LMDH Al Barokah. ‘’Jadi peran Perum Perhutani disini yakni di bidang pengelolaan kawasan yang meliputi perencanaan, keamanan dan penyuluhan, sementara investor selaku pihak ketiga dalam hal ini Bapak Djuli Adi Kartono menanggung biaya penanaman, pemeliharaan hingga pemasarannya dan LMDH Al Barokah akan dilibatkan dalam hal penyediaan tenaga kerja di bidang penanaman, pemeliharaan hingga pengamanan kawasan,’’ ujarnya lagi.

ImageDari hasil kerjasama tersebut, masing-masing pihak akan menerima bagi hasil produksi sesuai dengan kontribusinya. ‘’Tapi menyangkut bagi hasil ini masih akan kita bicarakan lagi dengan masing-masing pihak,’’ tambah Tegak.

Rencananya perhitungan bagi hasil ini nanti akan direalisasikan tahun depan, skarang penanaman yang dilakukan baru sebatas ujicoba dan ternyata hasilnya cukup memuaskan, pembibitan tanaman dengan syarat tumbuh di ketinggian antara 1.000-2.000 meter dpl tersebut, mulai dapat dikembangkan bahkan ada tanaman strawberry yang sudah dapat dipanen. ‘’Melihat hasil ini, akhir tahun rencana Oktober, kami akan merealisasikan perjanjian kerjasama dengan pak Djuli Adi dan LMDH,’’ tegasnya lagi.

Hanya saja secara terpisah, Djuli Adi Kartono selaku investor yang mengawal sendiri penanaman strawberry ini mengatakan, ada beberapa kendala yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman strawberry. ‘’Diantaranya, disini sering turun embun salju yang dapat mematikan tanaman, tapi kami sudah menemukan beberapa solusinya, diantaranya harus disiram dengan air tawar setelah embun salju turun. Tapi ini kan baru uji coba, sebenarnya kalau nanti sudah bisa ditanam di lahan hutan, embun salju ini dapat terhalang dengan adanya tegakan pelindung,’’ ujarnya. .

Menurut Djuli Adi, pihaknya tertarik mengivestasikan modal untuk menanam strawberry di lahan hutan milik Perhutani karena mengetahui prospek pengembangan tanaman ini sangat menjanjikan. ‘’Yang pasti sekarang ini, penanamannya telah berhasil dilakukan, hanya saja produksi buahnya yang masih perlu ditingkatkan baik kualitas maupun kuantitasnya,’’ ujarnya lagi.

Menyangkut pasar, kata Djuli Adi, pihaknya sudah menerima tawaran pembelian dari beberapa Negara diantaranya Australia dan Belanda. ‘’Mereka siap beli kalau produksi disini sudah berjalan dengan baik, sayapun menargetkan agar ini bisa diekspor, tapi tetap ada jatah yang untuk dijual local terutama di Jember,’’ akunya sembari menunjukkan buah strawberry yang sudah dikemas dan siap untuk dipasarkan.

Untuk sementara, uji coba penanaman yang dilakukannya di areal 1 Ha menelan anggaran sekitar Rp. 200 Juta. Itu meliputi pembelian bibit, pupuk NPK, TSP dan KNO3, plastik penutup dan shading net, mesin driil irrigation dan upah tenaga kerja.

Sementara itu Asper BKPH Sukosari, Paidi mengatakan, penanaman strawberry sebagai tanaman sela diharapkan dapat memberikan manfaat lebih bagi lahan hutan di RPH Dataran Ijen.

‘’Tanaman yang bisa hidup disini hanyalah Akasia Decoren, selama ini lahan di bawah tegakan belum ada yang mau memanfaatkan, dengan adanya kerjasama ini, paling tidak dapat memberikan nilai lebih karena nanti akan ada bagi hasil produksi,’’ tambahnya. (tutipunu/ettik yuliningrum/humas unit II)

0 comments:

Based on original Visionary template by Justin Tadlock
Visionary Reloaded theme by Blogger Templates

Kesatuan Pemangkuan Hutan Sukabumi Visionary WordPress Theme by Justin Tadlock Powered by Blogger, state-of-the-art semantic personal publishing platform