Rabu, 21 Januari 2009

Cegah Longsor, Tebing Bengawan Solo Ditanami Pohon

Ditulis Oleh Adi Sucipto
Rabu, 21 Januari 2009

Image

BOJONEGORO, SELASA - Untuk mencegah longsor dan mempertahankan sumber air, tepian Bengawan Solo sepanjang 4,5 kilometer mulai dari perbatasan Desa Kanten Kecamatan Trucuk hingga Desa Tanggir Kecamatan Malo ditanami ribuan pohon ingas. Hingga saat ini sudah 5.000 pohon yang ditanam sejak akhir Desember 2008.

Kepala Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan Parengan, Kristomo pada penanaman pohon di Desa Tanggir, Selasa (20/1) mengatakan nantinya di tepian sungai itu jarak tanaman akan dibuat lebih rapat lagi. Jalan aspal di Trucuk-Malo diapit sungai Bengawan So lo dan hutan. Jarak antara jalan aspal di tepi Bengawan Solo dengan tebing sungai berkisar antara 2 meter hingga 10 meter.

Penanaman tanaman ingas kata Kristomo sangat menguntungkan, sebab berfungsi menyimpan air lebih banyak dan tahan terhadap erosi. Yang jelas ini tidak mungkin ditebang warga, sebab bisa menimbulkan gatal-gatal. Pada zaman Belanda penanaman ingas yang daun nya mirip daun mangga ini digalakkan. Tujuannya agar tidak ditebang, katanya.

Pengasuh Pondok Pesantren Walisongo Gomang, Singgahan Tuban KH Noer Nasroh sebagai pecinta hutan atau rimbawan yang turut dalam penanaman pohon kali ini menyatakan kesadaran masyarakat saat ini akan pentingnya tanaman hutan masih kurang. Padahal kerusakan hutan jelas-jelas menimbulkan petaka seperti bencana banjir dan longsor. Oleh karena itu dalam menyadarkan masyarakat perlu pendekatan khusus, kata Nasroh yang juga menjadi pembina di SMK Kehutanan di Tuban.

Sementara itu Anggota Komisi VII yang membidangi Lingkungan Hidup M Najib yang turut hadir menyatakan persoalan lingkungan memang pelik. Oleh karena itu kebijakan melarang penebangan hutan harus diiringi upaya mensejahterakan masyarakat. Selama ini banyak orang mencari kayu di hutan karena alasan perut atau alasan ekonomi, katanya.

Dirinya sangat merespon positif dan mendukung upaya sinergi yang dilakukan wartawan Bojonegoro, bekerja sama dengan Perhutani dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan dalam gerakan bersepeda sambil menanam pohon. Model sinergi di tingkat bawah menurutnya sangat bagus. Ini akan kami sampaikan agar ada sinergi dan koordinasi antara instansi kementrian yang membidangi lingkungan hidup, pekerjaan umum dan kehutanan agar ada upaya terpadu. "Di Bojonegoro saya pikir upaya teman-teman layak dijadikan model dan akan saya sampaikan di Jakarta," katanya.

Sementara itu selama 2008 Perum Perhutani KPH Parengan menyiapkan 3,3 juta bibit pohon termasuk yang akan dikelola bersama pihak III. Pihak ketiga itu diantaranya untuk kebutuhan masyarakat pinggiran hutan yang ingin membuat hutan rakyat di sekitar lahan yang dimiliki, seperti yang telah dilakukan oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kecamatan Malo dan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro. Selain itu juga di Rengel, Soko, Singgahan, Kerek dan Parengan Kabupaten Tuban hingga ke Pulau Bawean Gresik. Di Bawean d isalurkan 24.000 bibit pohon.

Administratur KPH Parengan Kristomo menyebutkan kawasan hutan wilayah KPH Parengan total seluas 17.400 Hektar. Reboisasi dilakukan untuk kawasan yang kritis, tahun 2008 di lahan hutan seluas 2.338 Hektar sedang 2007 lalu seluas 2.473 Hektar. Luas lahan h utan kritis akibat penjarahan tahun 1998 silam.

Dia optimis dapat mereboisasi sisa lahan kritis di tahun 2009 seluas 594 Hektar. Lahan kritis terdata mulai 2006 silam sebanyak 3,800 hektar. Bibit reboisasi sebagian besar bibit jati, sebagian lainnya tanaman rimba seperti mindi, trembesi dan kesambi. A lokasi penyebaran bibit, setiap hektar membutuhkan 3.300 bibit.

Terpisah pada, Selasa (20/1) PT Semen Gresik menyerahkan 6.000 batang pohon untuk Desa Tegalsari, Kedungharjo, Simorejo dan Desa Tegalrejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban. Pohon produktif jenis sawo, sukun dan mahoni itu diserahkan Kepala Seksi Bina Li ngkungan PT SG Tuban, Sugiharto, disaksikan Wakil Bupati Tuban Lilik Soehardjono. Penyerahan bibit itu sebagai bentuk kepedulian PT Semen Gresik terhadap lingkungan.

Adi Sucipto

0 comments:

Based on original Visionary template by Justin Tadlock
Visionary Reloaded theme by Blogger Templates

Kesatuan Pemangkuan Hutan Sukabumi Visionary WordPress Theme by Justin Tadlock Powered by Blogger, state-of-the-art semantic personal publishing platform