| Ditulis Oleh tutipunu/ettikyulingrum/humasunitII | |
| Selasa, 27 Januari 2009 | |
|
Jalin Kerjasama Dengan Bupati Bojonegoro Perum Perhutani mendapat tugas baru, Dalam jangka waktu lima tahun kedepan Kementrian BUMN menugaskan pengelola hutan di pulau Jawa dan Madura ini untuk membangun Usaha Hutan Tanaman Rakyat (UHTR) hingga seluas 2 juta Ha. “Kalau sekarang Perhutani dikuasakan mengelola hutan di pulau Jawa dan Madura seluas 2,4 Juta Ha, usaha hutan tanaman rakyat yang diminta oleh Kementrian BUMN untuk dibangun oleh Perhutani juga hampir mendekati keluasan itu yakni sekitar 2 juta Ha. Jadi keluasannya (UHTR) hampir sama dengan luas hutan yang dikelola Perhutani, “ ungkap Plt Direktur Utama Perum Perhutani, Dr. Upik Rosalina Wasrin ketika melakukan kunjungan silahturahmi dengan Bupati bojonegoro, Drs. H. Suyoto, Msi di Kantor Pemerintahan Bupati Bojonegoro, beberapa waktu lalu (8/1)
Menurutnya, ini bukanlah tugas yang mudah untuk diemban karena secara internal, Perhutani juga sedang ‘mengejar’ reboisasi tanah-tanah kosong di dalam kawasan hutan yang ditargetkan selesai sebelum tahun 2010 dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan melalui pemantapan pelaksanaan program pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM)
“Tapi sepertinya Menteri BUMN melihat bahwa bukan hanya hutan didalam kawasan saya yang perlu untuk dibangun, diluar kawasan pun harus diperhatikan. Maksudnya, kawasan hutan negara ini harus ada safety beltnya yaitu sabuk hijau yang merupakan hutan rakyat, maka ditugaskanlah Perhutani untuk tidak hanya membangun tapi juga mengambangkan usaha hutan tanaman rakyat ini”, papar Upik
Oleh karena itu, paparnya lagi, kedepan Perhutani harus mencari peluang untuk bekerjasama dan merangkul seluruh stakeholder yang ada. Karena untuk membangun UHTR, tidak cukup hanya Perhutani saya perlu bekerjasama dengan berbagai pihak termasuk dengan kalangan pemerintah baik pusat maupun daerah. “Itulah salah satu alasan saya bersilahturahmi ke Bojonegoro. Mentri BUMN sangat antusias agar program pembangunan usaha hutan tanaman rakyat ini dapat segera dilaksanakan”, ujarnya yang kemudian disambut positif oleh Suyoto.
Bupati Bojonegoro yang belum setahun menjabat itu mengatakan, masyarakatnya lebih dari 35 persen memang bermukim di desa-desa sekitar kawasan hutan. “ Saya sangat welcome atas semua ini , saya sadar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat utamanya yang berdomisili di sekitar hutan tidak bisa hanya dengan tangan pemerintah saja., kekuatan kami sangat terbatas, kita bisa sharing satu sama lain”, tanggapnya.
Melalui pertemuan singkat itu, masing-maing pihak baik pemerintah Bojonegoro maupun Perhutani sepakat untuk melaksanakan pertemuan lanjutan untuk membicarakan hal-hal yang lebih detail tentang UHTR Bojonegoro. (tutipunu/ettikyulingrum/humasunitII) |
0 comments:
Posting Komentar