Kamis, 04 Juni 2009

Penambang Emas Liar Merusak Hutan

Ditulis Oleh Nurqomar
Kamis, 04 Juni 2009

SURABAYA(Pos Kota)-Perhutani Banyuwangi melaporkan penambang emas liar di Tumpang Pitu ke Polres Banyuwangi, Rabu (3/6).

Sastriadi, asisten Perhutani Banyuwangi mengatakankehadiran penambang emas liar makin merajalela, bahkan mereka sudah merusak sedikitnya 80% wilayah hutan.

Para penambang liar berani membuat kubangan dan menggali tanah di sepajang lereng gunung. Kondisi paling parah terjadi di petak 79, ditempat ini terdapat puluhan lubang besar dengan kedalaman yang mengkhawatirkan.

Kerusakan ini dipicu ulah penambang yang menggali lahan seenaknya, padahal jika turun hujan dipastikan akan terjadi longsor.

Ditambahkanya, sejauh ini pihak Perhutani selaku pemilik lahan hanya berani mengawasi aktifitas penambang, karena jumlah kalah banyak maka pihak Perhutani tidak berani mengusir penambang.

Pasca pengusiran, para penambang justru makin nekat. Mereka berani membuat jalur tikus menuju lereng gunung, hebatnya lagi perelatan yang digunakan mulai canggih, bahkan ada yang kedapatan membawa alat penyedot air dan tanah.

AKBP Rahmat Mulyana, Kapolres Banyuwangi, membenarkan laporan dari Perhutani. Ia menegaskan pihaknya masih mengatur strategi untuk membuat jera para penambang liar.

(nurqomar/sir)

0 comments:

Based on original Visionary template by Justin Tadlock
Visionary Reloaded theme by Blogger Templates

Kesatuan Pemangkuan Hutan Sukabumi Visionary WordPress Theme by Justin Tadlock Powered by Blogger, state-of-the-art semantic personal publishing platform