Selasa, 14 Juli 2009

Dampak El Nino

Ditulis Oleh Kompas
Selasa, 14 Juli 2009

Kebakaran Mengancam Hutan di Jabar

Bandung, Kompas - Kebakaran mengancam hutan di Jawa Barat akibat perkiraan lebih panasnya cuaca sebagai dampak gejala El Nino. Ancaman terhadap hutan yang dikelola Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jabar itu dikhawatirkan terjadi pada pertengahan hingga akhir tahun 2009.

Kepala Seksi Perlindungan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jabar Ari Wibawanto, Sabtu (11/7) di Bandung, mengatakan, luas kawasan hutan di Jabar yang dikelola pihaknya sekitar 80.000 hektar (ha). Area itu terdiri dari 52 kawasan hutan.

Tahun 2008 kawasan hutan yang terbakar seluas 273 ha. Kebakaran pada tahun itu mereda karena curah hujan lebih tinggi. "Tahun 2007 dan 2006 luas kebakaran masing-masing lebih dari 500 ha. Luas kebakaran itu bisa sama dengan tahun 2009 kalau gejala El Nino parah," katanya.

Kemungkinan itu pun hanya untuk semester II-2009 karena hingga Juni BBKSDA Jabar belum mendapatkan laporan kebakaran hutan. Bila kekhawatiran terjadi, luas kebakaran hutan tahun 2009 dapat meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan 2008.

Hutan yang sering terbakar yaitu Cikepuh di Sukabumi, Gunung Simpang di Cianjur, dan Leuweungsancang di Garut. Kerugian akibat kebakaran adalah musnahnya tumbuhan dan hewan langka. Tumbuhan itu misalnya kepuh, sonokeling, dan kaboa. Adapun hewan yang terancam seperti macan tutul, elang jawa, dan banteng. Mengenai kerugian materiil, Ari mengatakan, penghitungan bisa dilakukan, tetapi membutuhkan waktu lama.

"Keanekaragaman flora dan fauna langka yang mati itu tidak ternilai," ujarnya. Ari mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan pencegahan kebakaran hutan. Sebanyak 186 polisi hutan siaga menjaga hutan dibantu warga setempat.

"Posko pengendalian kebakaran hutan didirikan dan kami melakukan simulasi penanganan. Pertemuan digelar dan peralatan disiapkan," paparnya. Peralatan itu misalnya garu, cangkul, helm, sarung tangan, kacamata khusus, dan sepatu tahan api.

Selain itu, disiapkan dua mobil berpenggerak empat roda yang dilengkapi tabung air, pompa, selang, alat komunikasi, dan global positioning system. Semua itu disiapkan untuk menghadapi gejala El Nino yang akan membuat cuaca lebih ekstrem.

Kekeringan ekstrem

Anggota Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda, Sobirin, mengatakan, kondisi di Indonesia, termasuk Jabar, dipengaruhi gejala El Nino dari Laut Pasifik yang menyebabkan kekeringan ekstrem. Kondisi itu menimbulkan risiko kebakaran hutan.

Tahun 2006, misalnya, terjadi kebakaran 5.000 ha hutan di Jabar yang dipicu cuaca kering. Instansi terkait, seperti dinas kehutanan provinsi dan kabupaten/kota, Perhutani, serta Departemen Kehutanan, diminta meningkatkan keamanan hutan dari risiko kebakaran. (bay)

Bookmark and Share

0 comments:

Based on original Visionary template by Justin Tadlock
Visionary Reloaded theme by Blogger Templates

Kesatuan Pemangkuan Hutan Sukabumi Visionary WordPress Theme by Justin Tadlock Powered by Blogger, state-of-the-art semantic personal publishing platform