Ditulis Oleh Radar Jogja
Selasa, 07 Juli 2009
Untuk Menanggulangi Kebakaran Hutan saat Kemarau
MAGELANG - Kebakaran hutan menjadi langganan setiap musim kemarau.
Untuk mengantisipasi hal itu, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara pun telah menyiapkan 60 personel satuan petugas (satgas) penanganan dan pengendalian kebakaran. Mereka akan bertugas untuk memetakan titik-titik rawan kebakaran di lima BKPH di wilayah Kedu Utara.
Wakil Administratur Perum Perhutani KPH Kedu Utara Toni Kuspuja menjelaskan sejak awal satgas itu bertugas mengawasi aktivitas masyarakat di sekitar kawasan hutan seperti kegiatan kelompok pecinta alam dan aktivitas masyarakat membuat arang. “ Salah satu pemicu kebakaran karena kelalaian manusia. Maka itu harus selalu diingatkan,” ujarnya.
Dia menyebutkan selama Agustus hingga September 2007 terjadi beberapa kali kebakaran di kawasan Gunung Sindoro-Sumbing ini. Dari hasil penyelidikan, semuanya disebabkan aktivitas warga membuat arang. Perum Perhutani KPH Kedu Utara terdiri dari lima BKPH yaitu BKPH Ambarawa, Candiroto, Temanggung, Magelang dan Wonosobo. Di masing-masing BKPH ditempatkan lima anggota satgas. “Mereka disiagakan sejak Juni hingga musim kemarau berakhir, sekitar September,” terang Toni.
Mengacu pengalaman sebelumnya, lanjutnya, rawan kebakaran biasa terjadi di kawasan hutan seluas lebih dari 500 hektare di wilayah Gunung Sindoro-Sumbing. Selain cuaca panas dan kering, kawasan tersebut rawan kebakaran karena sebagian besar lahan banyak ditumbuhi semak belukar, perdu dan ilalang. “Jika terjadi kebakaran, pemadaman api selalu dilakukan dengan sistem gepyok. Ini menjadi satu-satunya cara yang dapat ditempuh karena mobil pemadam kebakaran tidak mungkin naik ke kawasan hutan yang berada di daerah pegunungan,” papar Toni. (uui)
0 comments:
Posting Komentar