Jumat, 14 Agustus 2009

Libatkan Warga Tepi Hutan

Ditulis Oleh Surabaya Post
Jumat, 14 Agustus 2009

MADIUN - Gubernur Jatim Soekarwo meminta Perum Perhutani lebih memberdayakan warga di tepi hutan untuk menjadikan mereka sebagai bagian dari pengelola hutan. Gubernur yang akrab dipanggil Pakde Karwo menekankan itu dalam Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan di kawasan hutan Desa Pajaran, Kec. Saradan, Kab. Madiun yang masuk wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Saradan, Rabu (12/8).

“Kepada Perhutani, saya usul setengah memaksa, akomodasikan masyarakat sekitar hutan. Jadikan masyarakat di sekitar hutan sebagai bagian dari petugas untuk menjaga hutan. Dan, jadikan masyarakat sekitar hutan menjadi potensi untuk ikut bertanggung jawab atas berkembangnya hutan di Jatim,” tandas Pakde Karwo yang disambut tepuk tangan peserta apel.

Menurut Pakde Karwo, bila Perhutani selalu melibatkan masyarakat di tepi hutan dalam pemeliharaan hutan, maka kegiatan-kegiatan apel siaga pengendalian kebakaran hutan seperti yang digelar hari itu sebenarnya tak diperlukan lagi. Kegiatan apel akan hanya merupakan kegiatan konsolidasi saja. Karena masayarakat akan ikut menjaga hutan dari ancaman kebakaran.

Di bagian lain Soekarwo menambahkan, menurut Undang-undang, Perhutani harus mendapatkan izin untuk menyusun rencana penebangan kayu di hutan yang ada di Jatim. Di Jatim ada Perda yang mengatur bagaimana penebangan kayu di hutan dan dijaga jangan sampai yang ditanam dan direboisasi menjadi lebih terlambat daripada yang ditebang.

Apel Siaga Kebakaran Hutan yang dilanjutkan dengan simulasi pemadaman kebakaran hutan tersebut untuk menggalang semua pihak agar meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan.

Dalam simulasi pemadaman kebakaran tersebut digambarkan telah terjadi kebakaran di hutan pada tegakan pohon jati dan dilakukan pemadaman yang dilakukan petugas dengan dibantu oleh masyarakat menggunakan alat manual berupa gepyokan. Namun, api semakin membesar dan belum bisa mereka kendalikan. Petugas lantas minta pada unit pemadam mekanisme dengan alat kendaraan slip on pemadam kebakaran hutan hingga kebakaran dapat diatasi. Kegiatan selanjutnya, petugas memastikan bahwa api benar-benar padam.

Berdasarkan data Perum Perhutani, dari luas hutan 1.363.719 ha, setiap tahun ribuan hektare di antaranya selalu ada yang terbakar. Memang, pada 2009 ini luasan areal hutan yang terbakar tergolong sedikit, yakni 90,19 ha. Namun tahun 2009 masih menyisakan lima bulan, yang mungkin saja luas areal yang terbakar masih akan bertambah luas.

Sedangkan data tahun-tahun sebelumnya, luar areal hutan yang terbakar jauh lebih banyak. Pada 2008, misalnya, luasan hutan yang terbakar mencapai 5.510,65 ha. Pada 2007 (4.201,65 ha), pada 2006 (5.837,16 ha), 2005 (2.118,60 ha) dan pada 2004 seluas 3.121,47 ha. swd

Bookmark and Share

0 comments:

Based on original Visionary template by Justin Tadlock
Visionary Reloaded theme by Blogger Templates

Kesatuan Pemangkuan Hutan Sukabumi Visionary WordPress Theme by Justin Tadlock Powered by Blogger, state-of-the-art semantic personal publishing platform