Ditulis Oleh Antara
Kamis, 13 Agustus 2009
Madiun - Perusahaan Umum (Perum) Perhutani Unit II Jawa Timur menyalurkan dana program "Corporate Social Responsibility"(CSR) Rp1,3 miliar, sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat sekitar hutan.
"Pada tahap pertama ini, dana sebesar itu akan diberikan kepada 4.299 lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) di provinsi ini," kata Kepala Unit II Perum Perhutani Jawa Timur, Miftahudin, di Madiun, Rabu.
Di sela "Apel Siaga Pengedalian Kebakaran Hutan" di Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Petung, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pajaran, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Saradan, dia menjelaskan pembinaan terhadap LMDH itu dilakukan masing-masing KPH.
Menurut dia, CSR atau Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) ini serupa dengan program yang pernah dilakukan Perhutani, atau jauh hari sebelum PKBL ini dicanangkan.
Namun, kata Miftahudin, dana program pengelolaan hutan bersama masyarakat (PHBM) ini tidak diberikan secara langsung kepada masyarakat, tetapi penyalurannya melalui Departemen Keuangan. "Jadi, kami sudah lama bersinergi dengan warga tepian hutan melalui program itu," terangnya.
Seusai menyerahkan dana program CSR secara simbolis kepada warga tepian hutan, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, menegaskan, CSR merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial sebuah perusahaan atau instansi terhadap lingkungannya.
"Kalau Perhutani, tentunya lingkungan dimaksud adalah sekitar hutan, yakni masyarakat tepian hutan, dan semuanya yang berhubungan dengan hutan," katanya.
Ia menjelaskan, tanggung jawab atau kontribusi tersebut diwujudkan melalui penyisihan laba setelah dikurangi pajak perusahaan. Dividen ini disetorkan ke dalam Badan Usaha Milik Negara (BUMN) "Hijau".
Yang dimaksudkan Soekarwa adalah sejumlah instansi yang ditunjuk khusus untuk melakukan manajemen terhadap dana tersebut sebelum disalurkan ke lembaga kemitraan yang mengajukan proposal. "Hal ini tentunya melibatkan bank yang ditunjuk," terangnya.
Menurut Soekarwo, penerapan dana CSR Perhutani dapat diwujudkan dengan bantuan pengadaan reboisasi, kambing ternak, pupuk organik, kepentingan teknis dan sosialisasi kelestarian hutan, serta kegiatan positif lainnya yang dapat meningkatkan perekonomian warga tepian hutan.
Gubernur berharap, melalui program CSR simbiosis mutualisme antara Perhutani dengan masyarakat tepian hutan dapat berlangsung lebih baik lagi. "Program seperti ini juga sudah dilakukan oleh KPH Bojonegoro," katanya.
Louis Rieka
0 comments:
Posting Komentar