Kamis, 15 Oktober 2009

Kerugian Perhutani Akibat Gempa Tasikmalaya Belum Dihitung

Ditulis Oleh Kompas
Kamis, 15 Oktober 2009

BANDUNG, KOMPAS.com - Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten, hingga kini masih menghitung kerugian atas kerusakan aset akibat gempa bumi berkekuatan 7,3 skala richter, yang melanda sebagian wilayah Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
"Yang pasti, kerusakan akibat gempa bumi ini tersebar di sejumlah kesatuan pemangkuan hutan (KPH) di Banten dan di Jawa Barat," kata Kepala Seksi Humas Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten, Ronald Suitela, kepada wartawan, Rabu (14/10).

Kawasan hutan yang mengalami guncangan gempa bersumber di Kabupaten Tasikmalaya tersebut, lanjut Ronald Suitela, meliputi KHP Sukabumi, Cianjur, Bandung Selatan, Garut, Tasikmalaya, dan KPH Ciamis.

Ronald Suitela menyebutkan sejumlah aset milik BUMN yang mengalami kerusakan tersebut, mencakup puluhan bangunan kantor dinas dan bangunan rumah dinas serta bangunan rumah milik karyawan.

Bangunan yang mengalami kerusakan tersebut, menurut hasil inventarisasi, antara lain empat rumah dinas Asisten Perhutani (Asper), sembilan rumah dinas Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH), dan satu rumah milik Asper serta satu rumah milik mandor, rusak berat.

Dari hasil hasil inventarisasi tersebut, juga diketahui bangunan lain yang mengalami rusak sedang, yakni empat rumah dinas Asper, tiga rumah dinas KRPH, dan dua rumah mandor. Sedangkan bangunan yang mengalami rusak ringan, terdiri atas enam rumah dinas Asper, 12 kantor KRPH, dua kantor Asper, dan dua rumah mandor.

Terparah, kerusakan menimpa bangunan milik Perhutani yang berada di Kecamatan Pangalengan, KPH Bandung, yang terdiri atas rumah dinas dan kantor, serta rumah karyawan lapangan.

Ronald Suitela mengatakan, untuk membantu rimbawan yang terkena dampak guncangan gempa ini, dalam waktu simgkat kantor unit langsung menerjunkan personalnya ke lokasi terkena dampak gempa.

Tanpa menyebutkan jumlah personel yang memberi bantuan, kata Ronald Suitela, tim tersebut merupakan tim pengendali yang disiagakan untuk mengantisipasi bencana di hutan, yang terdiri atas personel setempat dan dari KPH lain di Jawa Barat dan Banten.

Di KPH Bandung Selatan, menurut Adminstratur/Kepala KPH setempat, Lies Bahunta, selama melakukan pendataan pihaknya telah memberikan bantuan yang terdiri atas, perlengkapan tidur, maknana dan minuman serta uang Rp 10 juta.

"Dalam hal ini, kami lebih mengutamakan warga korban masyarakat desa hutan, sebagai mitra Perhutani dalam membangun hutan," kata Lies Bahunta.

Bookmark and Share

0 comments:

Based on original Visionary template by Justin Tadlock
Visionary Reloaded theme by Blogger Templates

Kesatuan Pemangkuan Hutan Sukabumi Visionary WordPress Theme by Justin Tadlock Powered by Blogger, state-of-the-art semantic personal publishing platform