Ditulis Oleh effatha tamburian
Jumat, 22 Januari 2010
Jakarta - Perum Perhutani menargetkan efisiensi biaya operasional perusahaan mencapai 50 persen melalui penggunaan teknologi informasi komunikasi dalam rekonsolidasi data dari pusat hingga ke seluruh unit kerja Perhutani di Pulau Jawa.
Dengan demikian, diharapkan kesulitan dalam konsolidasi data dari 57 KPH (Kesatuan Pemangku Hutan) dan 18 Kesatuan Bisnis Mandiri (KBM) yang selama ini terjadi dapat diatasi.
Demikian dikatakan Dirut Perum Perhutani Upik Ro salina pada nota kesepahaman antara Perum Perhutani dengan PT Telkom dalam rangka kerja sama sinergisitas antar-BUMN, Rabu (20/1). “Pada 2010 sudah masuk sistem dan 2011 sudah implementasi pe nuh sebagai sistem informasi di Perhutani. Selama ini agak ru mit karena kantor-kantor Per hutani di lapangan,” ujarnya.
Menurut Upik, jaringan komunikasi awal ditargetkan mencakup 16 titik dari total 80 titik yang terdiri dari semua jumlah KPH, KBM, serta Kantor Pusat Perhutani. Penggunaan teknologi komunikasi tersebut, lanjutnya, merupakan langkah reformasi perusahaan sehingga tercipta efektivitas dalam sistem perencanan dan proses produksi dari hulu hingga hilir atau dari produksi hingga pemasaran.
Selain itu, sambungnya, sebagai alat bagi perusahaan dalam melakukan transformasi mulai dari portofolio bisnis sampai dengan menjalankan perusahaan sehingga mengurangi mobilitas perjalanan yang terkait dengan data, pembagian data, dan bisnis in telijen untuk membagi berbagai keputusan. Semen tara, tegas Upik, kesalahan yang disebabkan interfensi data oleh manusia (human error) juga dapat dihilangkan.
Di samping itu, Upik me nyebutkan nilai investasi yang dikeluarkan Perum Perhutani dalam penggunaan teknologi informasi tersebut mencapai lebih dari Rp10 miliar.
(effatha tamburian)
0 comments:
Posting Komentar