Ditulis Oleh Detik Surabaya
Sabtu, 30 Agustus 2008Tuban - Tak kunjung menangkap pelaku illegal logging yang marak di Tuban, tim gabungan Polres Tuban dan Polhut Perhutani KPH Jatirogo menggeledah rumah warga. Tim yang terdiri 135 personel ini langsung menggeledah seluruh rumah di Desa Sidonganti, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jatim. Hampir setiap rumah penduduk, ditemukan kayu batangan maupun mebeler setengah jadi. Terdata sebanyak 10 meter kubik berhasil disita, kayu hasil penebangan liar di hutan itu diangkut dengan dua truk ke TPK Perhutani KPH Jatirogo.
"Operasi gabungan ini untuk memberantas praktek illegal logging di wilayah Tuban yang belakangan mulai kambuh lagi," kata Kabag Ops Polres Tuban, Kompol Zaenal Arifin kepada wartawan di sela-sela operasi di Desa Sidonganti, Kecamatan Kerek, Tuban.
Dia menjelaskan, meski tak berhasil menangkap satupun pelaku pencurian kayu, namun timnya berhasil mengamankan 10 meter kubik barang bukti kejahatan. Barang bukti tersebut kini diamankan di TPK Perhutani KPH Jatirogo.
Dalam operasi bertajuk Curyuti Mliwis 2008 tersebut, tim gabungan dari Intelpam, Reskrim, Samapta dan Polhut KPH Jatirogo berangkat dari Mapolres Tuban. Mereka langsung menuju sejumlah rumah yang diduga sebagai rumah pembalak liar yang biasa beroperasi di hutan jati KPH Jatirogo.
Belasan unit rumah yang digerebeg bersama perangkat Desa Sidonganti itu tak satupun ada penghuni prianya. Tinggal wanita tua dan anak-anak yang bertahan di dalam rumah. Tak jelas kemana kaum pria desa itu� menghilang.
"Tidak tahu Pak kemana Kang No pergi. Dia tadi tidak pamit," kata seorang perempuan desa yang rumahnya digeledah tim gabungan kepada detiksurabaya.com usai rumahnya digerebeg, Sabtu (30/8/2008).
Karena gagal menemukan pelaku illegal logging, tim gabungan langsung menggeledah semua rumah warga desa tepian hutan. Dari penggeledahan rumah per rumah, polisi menemukan batangan kayu jati yang disimpan warga di dalam rumah. Termasuk juga batangan jati dalam bentuk balok (persegi panjang) berbagai ukuran, yang� dipendam tanah atau ditutupi daun jagung dan sekam untuk pakan ternak.
Tak satupun dari warga memberi perlawanan terhadap aksi tim gabungan bersenjata laras panjang tersebut. Mereka pasrah dan mengeluas sambil meneteskan air mata, mebeler setengah jadi yang disiapkan untuk menyambut Lebaran nanti diangkut polisi.(fat/fat)
0 comments:
Posting Komentar